PAUD pertemuan 4 (terakhir)

Nama               : Melisa
NIM                : 1801386362
Nama PAUD  : TK Mawar Saron, Tangerang
Hari/Tanggal   : Jum’at, 22 Mei 2015
Kegiatan yang dilakukan:
  • ·         Senam Pagi
  • ·         Berhitung

PAUD pada pertemuan kali ini bukanlah seperti PAUD yang pernah Saya lakukan sebelumnya, ini adalah PAUD terakhir yang akan kami lakukan di TK Mawar Saron, sedih dan berat rasanya meninggalkan anak-anak yang sudah kami ajarkan beberapa bulan terakhir. Kami sudah saling menyayangi mereka, walaupun Saya tidak memiliki adik, Saya jadi tahu bagaimana rasanya memiliki adik. Kami menyayangi mereka layaknya seorang kakak yang menyayangi dan membimbing adiknya. Kami sudah menganggap mereka adalah bagian dari kami, maka berat bagi kami untuk meninggalkan mereka.
Seperti biasa, kami berkumpul di  Binus ALC, dan berangkat bersama ke TK Mawar Saron. Sesampainya disana, kami mengajar anak-anak kelas TK A, dan mereka menyambut kami dengan gembira. Pada hari itu, kami senam pagi dan kemudian dilanjuti dengan kegiatan di dalam kelas. Di dalam kelas, kami mengajar dengan tema berhitung. Memang kami hanya tinggal melanjutkan saja apa yang sudah diajarkan oleh guru mereka, tapi ini sekaligus menambah pengalaman kami juga yang dimana secara tidak langsung berperan sebagai guru mereka. Setelah selesai, seperti biasa ditutup dengan doa bersama.
Nilai Pancasila yang bisa diterapkan dalam pertemuan terakhir PAUD ini adalah nilai Pancasila sila pertama, kedua, serta sila ketiga. Sila pertama, kami sangat menjunjung tinggi nilai Ketuhanan dimana pada akhir pelajaran ditutup dengan doa. Sila kedua, disini, nilai kemanusiaan sangat terlihat dimana kami mau berbagi (ilmu pengetahuan) dengan mereka anak-anak TK A, dan kami juga menanamkan sikap mandiri serta berani menghadapi masalah, disini kami secara tidak langsung membentuk karakter mereka. Sila ketiga, kami saling bersatu untuk menghadapi anak-anak yang terkadang rewel dan kami juga harus kompak agar dapat bekerjasama dengan baik.
Dengan PAUD ini, saya merasakan bagaimana rasanya mengajar dan mengontrol anak-anak kecil, dimana sebelumnya Saya anggap ini adalah hal yang mudah, semua orang pasti bisa melakukannya. Ternyata Saya salah, ini bukanlah hal yang mudah. Selain itu, aya juga mendapat pelajaran dimana Saya menjadi lebih berani untuk berbicara di depan umum, dan lebih terbuka ke orang lain. Melihat mereka yang dengan mudahnya terbuka dengan orang baru, menebar kegembiraan dan segala tingkah laku mereka membuat Saya terhibur, mampu merefleksikan diri  Saya bahwa Saya harus lebih terbuka kepada orang lain, dan tidak lupa senyum! J Sebagai bentuk keramahan ke orang lain.
Saran Saya kepada TK Mawar Saron adalah lebih menyediakan makanan yang sehat di kantin, karena jajanan-jajanan yang Saya lihat tidak mengandung nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak (mie instan, makanan ringan, dll), tidak lupa akan kebersihan lingkungan sekolah yang perlu ditingkatkan lagi. Tapi dari sisi tenaga pengajar semuanya sudah baik. Lalu, kedapannya semoga TK Mawar Saron menerima mahasiswa lain seperti kami, yang ingin mencoba pengalaman baru untuk mengajar adik-adik kecil, karena ini pengalaman yang baik dan tidak akan terlupakan bagi kami.
Kesan dan pesan dari TK Mawar Saron, “Senang mendapat bantuan dari anak-anak sekalian karena anak-anak disini menjadi ada pengalaman baru juga. Semoga ini menjadi pengalaman baik bagi kalian dan bisa sering mengajar atau bermainin disini.”
Terima kasih untuk Stephanie, Yuliana, Aurelia Okti, Vanessa, dan Cindy serta TK Mawar Saron, Taman Cibodas.

Community Program,




PAUD, pertemuan 3

Nama               : Melisa
NIM                : 1801386362
Nama PAUD  : TK Mawar Saron, Tangerang
Hari/Tanggal   : Jum’at 15 Mei 2015
Kegiatan yang dilakukan:
  • ·         Senam Pagi
  • ·         Mewarnai
  • ·         Bernyanyi
  • ·         Berdoa

Mewarnai
Seperti biasa, kegiatan mengajar PAUD di pertemuan ketiga ini kami awali dengan berkumpul di Binus ALC Campus, dan berhubung pertemuan kali ini jatuh di Jum’at, kelas pagi ini dimulai dengan senam pagi bersama-sama di lapangan sekolah, yang dimana tujuannya untuk menanamkan hidup sehat terhadap anak-anak usia dini. Setelah melakukan kegiatan senam kurang lebih sekitar 1 jam, anak-anak pun kembali masuk ke kelas dan belajar seperti biasa. Kami mengajar anak-anak kelas TK A dan membantu mereka mewarnai, yang mereka warnai adalah gambar penari, tugu monas, pelangi, dan gambar Garuda Pancasila. Disini terlihat jelas bahwa sekolah ini juga menjunjung tinggi Pancasila dimana telah memperkenalkan anak-anak usia dini dengan Pancasila. Mereka mewarnai dengan crayon dan terlihat sangat antusias, mereka mampu mewarnai secara mandiri dan dengan kreasi mereka sendiri.
Saat mewarnai gambar Garuda Pancasila, sontak beberapa anak dengan secara tiba-tiba menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” dan kemudian diikuti dengan anak-anak lainnya. Mereka terlihat sangat kompak menyanyikan lagu tersebut. Kesan yang Saya dapat pada pertemuan ketiga ini adalah kami tidak menyangka mereka mampu secara spontan menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Dan selain itu, kami juga sangat senang bisa mengajar mereka lagi dan berbagi ilmu pengetahuan serta kebersamaan dengan mereka.

Nilai Pancasila yang dapat Saya ambil dari pertemuan 3 ini adalah, nilai dari sila ke-2 yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dimana kami membentuk karakter mereka agar terus termotivasi untuk bekerja keras untuk mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan mandiri.  

Foto Bersama


Community Program,


PAUD, pertemuan 2

Nama               : Melisa
NIM                : 1801386362
Nama PAUD  : TK Mawar Saron, Tangerang
Hari/Tanggal   : Jum’at, 8 Mei 2015
Kegiatan yang dilakukan:
  • ·         Senam pagi
  • ·         Belajar menggunting dan menempel
  • ·         Berdoa

Menempel
Menggunting
Pada tanggal 8 Mei 2015, kami mengajar PAUD untuk pertemuan kedua di TK Mawar Saron. Seperti biasa kami berkumpul dahulu di Binus ALC Campus. Pada pagi itu, pelajaran pertama adalah senam pagi. Anak-anak sangat bersemangat setelah mengganti baju olahraga dan mulai melakukan senam selama sekitar 1 jam. Pelajaran setelah itu adalah menggunting kertas sesuai garis. Kami membantu anak-anak merapikan guntingannya yang tidak rapi. Memang sedikit merepotkan karena takut anak-anak menggunakan guntingnya dengan hati-hati. Setelah gambar selesai digunting, dilanjutkan dengan kegiatan menempel gambar yang sudah mereka gunting ke tempat yang sesuai. Untungnya pada hari itu semuanya berjalan dengan lancar. Kami sangat senang karena anak-anak TK Mawar Saron semuanya merindukan kami dan menanyakan kabar kami semua. Senang rasanya bisa berbagi ilmu dengan anak-anak disana.

Nilai Pancasila yang kami terapkan adalah sila ke-2 yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dimana kami membentuk karakter mereka agar terus termotivasi untuk bekerja keras untuk mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan mandiri.
Suasana Kelas TK A




Community Program,


PAUD, pertemuan 1


Nama               : Melisa
NIM                : 1801386362
Nama PAUD  : TK Mawar Saron, Tangerang
Hari/Tanggal   : Rabu, 25 Maret 2015
Kegiatan yang dilakukan:
  • ·         Perkenalan
  • ·         Pengenalan warna dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
  • ·         Games
  • ·         Melipat pesawat terbang menggunakan origami
  • ·         Bernyanyi
  • ·         Berdoa


Yup! Pada tanggal 25 Maret –lah kami pertama kali mengajar di TK Mawar Saron. Hari itu diawali dengan berkumpulnya kami pada pukul 7.30 pagi di Bina Nusantara Alam Sutera Learning Center (ALC). Sesampainya kami disana, kami masih harus menunggu jadwal kami mengajar yaitu pukul 09.00. Menunggu waktu itu tiba, kami sarapan dahulu di dekat lingkungan TK Mawar Saron. Tidak lupa, kami membelikan 3 buah susu cokelat sebagai hadiah untuk para anak-anak jika mampu dan berani menjawab pertanyaan dari kami. Dengan segala persiapan yang ada, kami pun mengajar di kelas TK A, yang berjumlah 24 anak. Saat kami datang, mereka terlihat malu dan kebingungan akan kehadiran kami.
Setelah mulai membaur dengan para anak-anak dan diawali dengan perkenalan kelompok kami, kami pun mengajar mereka tentang pengenalan warna dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Mereka terlihat antusias. Tidak lupa, kami juga mengajar membaca suku kata agar mereka lebih mengenal kata per kata.

Pengenalan Warna
Pembagian Hadiah
Games
Dikarenakan kami mengajar kelas TK A, yang masih identik dengan bermain, kami juga menyelingi dengan game dimana memberikan hadiah susu cokelat pada 3 orang anak yang berani maju ke depan dan menjawab dengan benar. Pada 20 menit sebelum pelajaran berakhir, kami mengajari mereka cara melipat pesawat dengan origami, mereka terlihat senang dan antusias karena mereka belum pernah mendapatkan pembelajaran ini sebelumnya, saat pesawat sudah dibuat, mereka merasa bangga dan memamerkannya ke kami semua. Tidak lupa, kami bernyanyi bersama dan mereka sangat bersemangat karena mereka semua suka bernyanyi. Di akhir pelajaran, kami membantu mereka mengemas barang-barang mereka dan ditutup dengan doa bersama.
Bernyanyi Bersama

Foto Bersama
Kesan Saya dalam pertemuan pertama PAUD ini adalah, Saya merasa mengajar anak TK tidaklah mudah. Tak jarang anak-anak tidak mengerti apa yang kami katakana, jadi kami harus menggunakan kalimat yang lebih mudah untuk mereka cerna. Belum lagi, karena yang kami ajari merupakan anak TK A, yang masih identik dengan bermain, kami harus bersabar dengan perilaku mereka.
"Angkat tinggi-tinggi pesawatnya!"
Nilai Pancasila yang bisa diterapkan dalam pertemuan pertama PAUD ini adalah nilai Pancasila sila pertama, kedua, serta sila ketiga. Sila pertama, kami sangat menjunjung tinggi nilai Ketuhanan dimana pada akhir pelajaran ditutup dengan doa. Sila kedua, disini, nilai kemanusiaan sangat terlihat dimana kami mau berbagi (ilmu pengetahuan) dengan mereka anak-anak TK A, dan kami juga menanamkan sikap mandiri serta berani menghadapi masalah (game yang kami berikan) disini kami secara tidak langsung membentuk karakter mereka. Sila ketiga, kami saling bersatu untuk menghadapi anak-anak yang terkadang rewel dan kami juga harus kompak agar dapat bekerjasama dengan baik. 

Berdoa Bersama




Community Program,

RUN! for LEPROSY!

HAI! untuk mengawali post pertamaku, aku ingin bercerita seputar pengalamanku seminggu yang lalu.
Ada apa? Yeeppp! Aku mengikuti sebuah charity event (P.S. this is my first charity event), yaitu #RunForLeprosy2015 yang diselenggarakan oleh Teach for Indonesia.
Yak, berbicara seputar #RunForLeprosy2015, acara ini diadakan di Alam Sutera, tepatnya di Bina Nusantara University *bangga sebagai Binusian*, yang dimulai pada pukul 05.30 WIB, dan diawali dengan pemanasan serta kata sambutan dari BINUS, dan dilanjutkan dengan 10K start pada pukul 06.00. Aku sendiri ikut dalam 5K, yang dimulai pada pukul 06.15.

Berbicara tentang #RunForLeprosy2015 yang sangat lekat hubungannya dengan kusta, aku ingin sekali berbagi pengetahuanku seputar kusta.
Kusta adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.

Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.

Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.

Komitmenku terhadap kusta adalah tetap bersosialisasi dengan mereka para penderita kusta, memberikan mereka semangat untuk tetap menjalani hidup, dan tidak lupa tetap memikirkan jalan keluar kepada mereka sehingga mereka tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Aku juga bertekad untuk menyebarkan info kepada orang lain, bahwa kusta tidak seburuk yang mereka pikirkan dan mereka bisa saling menumbuhkan semangat pada diri rekan-rekan penderita kusta.
Dengan harapan bahwa masyarakat dapat lebih menerima dan memahami, sehingga rekan-rekan yang mengalami atau pernah mengalami dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Saranku terhadap bagaiman bersosialisasi yang baik terhadap para penderita kusta adalah, menggunakan masker dan menghindari kontak fisik terlalu lama (bukan tidak boleh sama sekali) tanpa menyinggung perasaan mereka.

Sebagai seorang pelari yang ikut meramaikan acara ini, kesanku terhadap acara #RunForLeprosy2015 ini adalah acaranya sangat seru, menarik, bahkan yang berpartisipasi juga ramai, ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan yang mengalami atau bahkan pernah mengalami kusta, yang dimana dapat menumbuhkan semangat psikis kepada rekan-rekan penderita kusta layaknya para perlari yang ikut dalam acara ini. 

Pesan yang ingin aku sampaikan setelah mengikuti acara #RunForLeprosy2015 ini adalah mungkin dari pihak Alam Sutera lebih baik benar-benar menutup akses jalan. Mengapa? Karena saat berlari tak jarang kulihat banyak sekali kendaraan yang melaju di area jogging track kami. Menurutku, hal tersebut sangat membahayakan para pelari dan pengguna kendaraan lainnya. Selain itu juga, karena kendaraan yang ditahan saat acara #RunForLeprosy2015 menyebabkan polusi juga, dan kurang cocok dalam charity event ini.
Tapi overall, aku puas dalam acara ini.
*Kurangi stigma, beri kesempatan hidup lebih baik, perkecil jumlahnya!*
We run! We care!
Terimakasih, Teach for Indonesia!

#RunForLeprosy2015