HAI! untuk mengawali post pertamaku, aku ingin bercerita seputar pengalamanku seminggu yang lalu.
Ada apa? Yeeppp! Aku mengikuti sebuah charity event (P.S. this is my first charity event), yaitu #RunForLeprosy2015 yang diselenggarakan oleh Teach for Indonesia.
Yak, berbicara seputar #RunForLeprosy2015, acara ini diadakan di Alam Sutera, tepatnya di Bina Nusantara University *bangga sebagai Binusian*, yang dimulai pada pukul 05.30 WIB, dan diawali dengan pemanasan serta kata sambutan dari BINUS, dan dilanjutkan dengan 10K start pada pukul 06.00. Aku sendiri ikut dalam 5K, yang dimulai pada pukul 06.15.
Berbicara tentang #RunForLeprosy2015 yang sangat lekat hubungannya dengan kusta, aku ingin sekali berbagi pengetahuanku seputar kusta.
Kusta adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.
Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.
Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.
Komitmenku terhadap kusta adalah tetap bersosialisasi dengan mereka para penderita kusta, memberikan mereka semangat untuk tetap menjalani hidup, dan tidak lupa tetap memikirkan jalan keluar kepada mereka sehingga mereka tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Aku juga bertekad untuk menyebarkan info kepada orang lain, bahwa kusta tidak seburuk yang mereka pikirkan dan mereka bisa saling menumbuhkan semangat pada diri rekan-rekan penderita kusta.
Dengan harapan bahwa masyarakat dapat lebih menerima dan memahami, sehingga rekan-rekan yang mengalami atau pernah mengalami dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Saranku terhadap bagaiman bersosialisasi yang baik terhadap para penderita kusta adalah, menggunakan masker dan menghindari kontak fisik terlalu lama (bukan tidak boleh sama sekali) tanpa menyinggung perasaan mereka.
Sebagai seorang pelari yang ikut meramaikan acara ini, kesanku terhadap acara #RunForLeprosy2015 ini adalah acaranya sangat seru, menarik, bahkan yang berpartisipasi juga ramai, ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan yang mengalami atau bahkan pernah mengalami kusta, yang dimana dapat menumbuhkan semangat psikis kepada rekan-rekan penderita kusta layaknya para perlari yang ikut dalam acara ini.
Pesan yang ingin aku sampaikan setelah mengikuti acara #RunForLeprosy2015 ini adalah mungkin dari pihak Alam Sutera lebih baik benar-benar menutup akses jalan. Mengapa? Karena saat berlari tak jarang kulihat banyak sekali kendaraan yang melaju di area jogging track kami. Menurutku, hal tersebut sangat membahayakan para pelari dan pengguna kendaraan lainnya. Selain itu juga, karena kendaraan yang ditahan saat acara #RunForLeprosy2015 menyebabkan polusi juga, dan kurang cocok dalam charity event ini.
Tapi overall, aku puas dalam acara ini.
*Kurangi stigma, beri kesempatan hidup lebih baik, perkecil jumlahnya!*
We run! We care!
Terimakasih, Teach for Indonesia!
#RunForLeprosy2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar